TANGKURUNG

Tangkurung adalah alat music karya asli masyarakat suku Dayak Kalimantan Tengah, tepatnya suku Tanah Siang (Kecamatan Tanah Siang,Kabupaten Murung Raya). 

Jenis instrument ini tidak terdapat di daerah lain, jadi tidaklah heran bahkan tidak semua warga Kalimantan Tengah mengetahuai keberadaan alat music ini, Tangkurung merupakan alat music yang terbuat dari bahan bamboo yang disambung memanjang dan diberi lem dengan bahan lem dari tumbuhan alam, lalu dianyam dengan tali rotan. Pengerjaannya bisa selesai dalam empat sampai enam hari. 

Tangkurung tergolong dalam jenis alat music perkusi yang berbentuk tongkat. Karena bentuknya itulah sekilas tidak ada yang mengira jika benda ini bias menghasilkan nada-nada perkusi yang unik. Tangkurung biasanya terdiri atas empat buah, yang dimainkan bersama-sama oleh empat orang. Kalau kurang dari empat orang nada yang dihasilkan jadi tidak bagus. Setiap bilah Tangkurung mengeluarkan intonasi nada yang berbeda, sehingga saat dimainkan bersama-sama mampu menghasilkan paduan nada-nada perkusi yang harmonis dan menyatu satu dengan yang lain. 

Untuk memainkan alat music ini perlu latihan, bagi yang belum tahu sama sekali bagaimana memainkannya dan bagaimana membentuk keharmonisan bunyinya mungkin akan memerlukan waktu hingga empat bulan. Namun bagi yang sudah sering melihat dan mendengarkan serta memahami paduan suara yang dihasilkan bias lebih cepat mempelajarinya. 

Di Tanah Siang anak-anak kecilpun terampil memainkan Tangkurung. Alat music ini lahir sebagai manifestasi dari sukacita masyarakat Tanah Siang saat kegiatan manugal (menanam benih padi). Bentuk instrument ini pun mengadopsi tongkat tugal (tongkat untuk melubangi tanah tempat manur bibit padi). 

Tangkurung dimainkan dengan cara menghentakkannya ke tanah. Sumber suara yang unik tersebut justru muncul dari turbulensi angin di bagian paling atas Tangkurung yang memang dibuat menganga. Bagian atas pada masing-masing Tangkurung dibuat dengan diameter serta ukuran yang berbeda, sehingga menghasilkan bunyi yang berbeda-beda pada masing-masing Tangkurung. 

Tangkurung dibuat dengan menyambung tiga bagian bamboo yang berbeda jenis. Pada bagian paling bawah sebagai tumpuan dipasang kayu Ulin (kayu besi) atau dalam bahasa setempat disebut Tabalien. Selain menggunakan kayu tabalien sebagai tumpuan dapat juga menggunakan jenis kayu keras dan kuat yang lain. Pembuatan Tangkurung dilakukan oleh mereka yang memang sudah terampil namun dengan peralatan yang sederhana. Tangkurung masih dimainkan hingga kini di Tanah Siang baik dalam kegiatan pada musim tanam padi maupun pada acara penyambutan tamu kehormatan. Tangkurung dapt dipadukan dengan tari-tarian seperti tari manasai atau bahkan untuk mengiringi seni Karungut.(DeTAK Budaya http://m.facebook.com/note.php?note_id=108609775857977&_ft)