Suku Dayak Siang


Menurut mitos masyarakat setempat bahwa setelah manusia pertama yang bernama Putri Silau yang turun dari Palangka Bulau (langit) kemudian Dia melahirkan orang Siang yang berkembang sampai sekarang. Berdasarkan cerita yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat tersebut kiranya perlu dikaji lebih jauh, siapakah yang dimaksud Putri Silau yang turun dari langit dan apakah ada hubungannya dengan istilah Siang.

Sebenarnya asal-usul orang Siang adalah sama dengan suku Dayak lain di Pulau Kalimantan, mereka merupakan imigran yang datang dari Cina Selatan pada 1500 tahun sebelum Masehi. Kemudian mereka tinggal di daerah pedalaman setelah tergeser para imigran yang lebih besar pada 500 tahun sebelum Masehi.

Orang Siang dan kelompok suku Dayak yang tinggal di daerah Tanah Siang seperti : Ngaju, Ot Danum, Murung, Maanyan, Bantian, Banuaq, Tanjung dinamakan Barito grup (Sellato 1987:11). Bisanya suku Siang dan Murung yang tinggal di hulu sungai Barito dinamakan Siang Murung, yang terdiri dari satu kelompok suku. Berbeda dengan pernyataan Hoffman dia menggunakan istilah Punan Murung untuk menyebut suku Siang dan Punan (Rosseau 1990:73).

Sulit untuk dijelaskan siapa orang Siang itu, namun demikian dengan pendekatan antropologi linguistik disimpulkan bahwa orang Siang, Ot Danum dan Ngaju adalah satu rumpun. Bahasa sehari-hari yang mereka gunakan tidak jauh berbeda.

ke halaman selanjutnya
kembali ke daftar isi