Kanjan

  • Tari kanjan pahi
  • Tari kanjan hatue
  • Tari kanjan halu
  • Tari kanjan bawi

Tari Kanjan atau Manganjan (sebutan untuk menarikan Kanjan) adalah tarian yang biasa ditarikan oleh para Basir (Balian dalam istilah suku Dayak di sepanjang sungai barito) (dukun atau pemimpin spiritual) pada saat upacara tiwah (upacara memindahkan tulang belulang orang yang sudah mati, serta mengantar roh yang sudah mati ke alam lain) atau dalam upacara pengobatan atau upacara membuang kesialan dan menolak bala. Biasanya tarian ini ditarikan mengelilingi hewan korban (kerbau) atau mengelilingi tihang (sangkairaya) yang diletakkan di tengah. Jumlah penari bisa berjumlah tiga sampai empat orang atau lebih. Semua bunyi-bunyian saat itu ditabuh dengan irama dan nada tertentu. Tarian ini bisa ditarikan di dalam ruangan maupun di luar ruangan (tempat terbuka) sesuai kebutuhan dan dimana acara atau upacara berlangsung. Tarian ini penuh dengan nuansa magis dikarenakan para penari adalah para Balian dan diperuntuk kan sebagai sarana dalam upacara. Masarakat Dayak Kalimantan Tengah (khususnya Dayak Ngaju: Dayak Klementen, Dayak Katingan dan Dayak Kahayan) yang beragama Kaharingan masih menggunakan tarian ini dalam setiap upacara tersebut. Tari Kanjan