The Symbols

  1. Huma Betang atau Lamin atau Rumah Panjang (Long House). Merupakan Rumah tradisional suku Dayak yang berbentuk rumah panggung dan memanjang, biasanya didiami oleh beberapa keluarga. Lihat article Rumah Betang 

  2. Tatoo atau Tato. Merupakan seni Rajah tubuh/kulit yang biasa di lakukan oleh suku Dayak baik laki-laki maupun perempuan. Tato punya makna yang sakral dalam suku Dayak dan merupakan seni rajah tubuh tertua di dunia. Tato bagi suku Dayak dapat menghantar si empunya tato apabila meninggal dunia untuk pergi ke alam lain. Tato juga dmagis bagi pemiliknya dan merupakan symbol keperkasaan juga status. Lihat Article Tatoo

  3. Burung Tingang atau atau burung Enggang atau burung Rangkong. Merupakan burung yang banyak terdapat di Indonesia khusunya di pulau Kalimantan, burung ini berukuran seperti ayam berbulu hitam dan putih, bulunya biasa dipakai untuk asesoris pakaian suku Dayak, burung ini merupakan burung yang setia dan bertanggung jawab, juga menjadi simbol kedewaan atau penguasa alam atas (Mahatala atau Ranying Hatala).

  4. Naga atau Tambun (dragon). Merupakan simbol penguasa alam bawah dan simbol Jata (yang maha kuasa)

  5. Batanggaring atau pohon kehidupan. Merupakan ornamen yang menggambarkan pohon bercabang yang menjulang, Pada bagian bawah terdapat Gambar naga, di atas naga terdapat gambar guci besar atau belanga dan tombak-tombak (lunju), diatasnya pohon bercabang dan berdaun, disetiap cabangnya terdapat manusia dan sejenis monyet, paling atas terdapat burung tinggang, pada setiap tingkatannya mengandung makna dan pilosofi. Lihat article Batang Garing