Kacapi dapat dimainkan secara sendiri atau solo, dapat dimainkan dengan hanya dua buah Kacapi atau duet, satu atau dua buah Kacapi dengan Garantung (Gong), dua atau satu buah Kacapi dengan Gandang. Bila peralatan instrumen tambahan yang di miliki lengkap, maka Kacapi dapan membentuk sebuah ensemble yaitu dua buah Kacapi, Garantung satu buah, Rabab atau dapat juga Suling,Gandang satu buah, kesemuanya tergantung dari ketersediaannya intrumen tambahan dan komposisi musik yang diinginkan si komponis (pangacaping).

Dengan pembagian sebagai berikut :

Pola Penyajian Kacapi
Hampir sama pola penyajian antara masing-masing Kacapi bahkan terdengar seperti mirip, baik dalam bentuk iringan tari, vokal maupun instrumental. Pola lagu atau pola irama yang diulang-ulang membuat permainan Kacapi terkesan monoton dalam penyajiannya.

1. Pola Penyajian Kacapi Bersenar Dua
Kacapi senar dua dalam penyajiannya, membentuk suatu pola permainan yang bersifat melodi ritmis, atau kebanyakan memainkan pengulangan nada-nada vertikal atau akor yang dominan pada nada re atau mi, namun selalu dipetik bersamaan dengan nada la sebagai nada ikutan (differential tone), sehingga membentuk akor minor dengan pola ritmis. Namun di antara motif pokok yang membentuk akor atau pada bagian bar tertentu, terdapat motif nada horisontal (melodi). Nada horisontal tersebut terkadang diawali atau diakhiri dengan petikan nada vertikal atau akor atau nada ikutan (differential tone), yang terdengar dominan pada nada la. Motif yang digunakan paling banyak menggunakan tiga buah motif nada. Nada dasarnya disesuaikan dengan selera si pemain Kacapi.
Kacapi senar dua dalam pola penyajian apapun selalu menjadi pemimpin (leader baik irama, tempo, maupun durasi permainan), dimainkan dari awal pembuka hingga akhir tanpa adanya jeda atau selingan bunyi alat musik lain. Kacapi terus dimainkan tanpa ada pola-pola tertentu yang mengharuskan untuk membentuk pola penyajian. Hanya permainan motif-motif nada melodi dan melodi vertikal, yang diulang secara terus menerus baik dalam penyajian iringan tari, iringan vokal, instrumental, tunggal, dan berpasangan. Kacapi bersenar dua ini dapat disebut sebagai accompaniment, yaitu musik pengiring atas suatu melodi (nyanyian) yang dibunyikan (dinyanyikan). Dalam permainannya Kacapi senar dua biasa menggunakan sukat 4/4 dan tempo kurang lebih menggunakan moderato sekitar 100 langkah permenit atau andante sekitar 80 langkah permenit.

2. Pola Penyajian Kacapi Bersenar Tiga

Pola Penyajian Kacapi Bersenar Tiga Dari Kapuas-Kahayan
Kacapi versi ini apabila dimainkan bersama dengan Kacapi senar dua ia murni memainkan melodi tanpa ada motif pembuka dan motif penutup, pola penyajiannya hanya mengikuti pola motif dari nada-nada yang dimainkan Kacapi besenar dua. Di lain pihak apabila Kacapi versi Kapuas-Kahayan ini dimainkan secara tunggal maka ia dapat dipetik menyerupai petikan Kacapi bersenar dua (accompaniment ), dan bukan lagi sebagai melodi namun memainkan pola ritmis seperti halnya Kacapi senar dua, dalam permainan ini terdapat motif pembuka, motif pokok dan coda.
Tempo yang digunakan yaitu untuk instrumental menggunakan moderato sekitar 100 langkah permenit dan untuk iringan menggunakan andante sekitar 80 langkah permenit, temponya mengikuti tempo yang dibangun oleh Kacapi bersenar dua. Tempo ini bukanlah suatu hal yang mutlak digunakan, pada dasarnya lebih menggunakan kebiasaan dan kehendak si pemain sendiri atau berdasarkan kesepakatan, sedangkan sukat yang digunakan adalah 4/4.

3. Pola Penyajian Kacapi Bersenar Dua Dalam Instrumental
Pola penyajiannya sama dengan pola penyajian pada iringan maupun pada penggabungan, Kacapi senar dua tak terikat dengan bentuk lagu dan pola, disini ia hanya murni memainkan motif-motif yang terkadang acak atau juga teratur. Karena dalam instrumental biasanya digunakan untuk hiburan pribadi, maka polanya pun terserah pada si pemetik. Pada penyajian instrumental, tempo permainan agak cepat dari tempo pada saat mengiringi tari atau vokal yaitu moderato antara 90 sampai dengan 100 langkah permenit. Tempo ini juga bukan satu hal yang mutlak digunakan, tempo sebenarnya tergantung pada selera si pemain sendiri, sedangkan sukat yang digunakan tetap 4/4.


4. Pola Penyajian Kacapi Bersenar Tiga Dalam Ensambel
Ensambel Kacapi bersenar tiga tetap berfungsi sebagai melodi pengisi (paningkah). Apabila tidak ada Kacapi bersenar dua, maka Kacapi bersenar tiga ini dapat menggantikan posisi Kacapi bersenar dua dengan memainkan petikan pola-pola ritmis. Pada penyajiannya tidak jauh berbeda dengan penyajian dalam bentuk tunggal dan penggabungan. Pada bentuk ensambel ini penyajiannya tidak berubah sama sekali, hanya yang membedakan adanya penambahan instrumen musik lain sebagai pengisi bagian-bagian yang tidak dapat dimainkan dengan Kacapi ini, seperti Bass atau Gong, suling, rebab, dan Kendang. Dibawah ini contoh gambar beberapa instrumen tradisional, yang biasa mengiringi Kacapi dalam ensambel. Keterangan gambar 6) Katambung atau Kendang, 7) Rabab atau rebab, 8) Garantung atau gong.

Contoh notasi permainan dua buah instrumen Kacapi dalam sajian lagu Karungut Tandak Mandau:




Dikutif dari Skripsi Penelitian Kacapi, Judul ; Kacapi Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Penulis : Satriawan. Fakultas Seni Pertunjukan, Jurusan Etnomusikologi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
kembali ke halaman 1||halaman 2